MTsN 13 Pesisir Selatan Laksanakan Survei Implementasi KBC melalui Aplikasi SAHABAT KBC Batch 3
Batang Kapas, Humas -- MTsN 13 Pesisir Selatan melaksanakan Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui aplikasi SAHABAT KBC Batch 3 pada Rabu, (21/10). Kegiatan survei berlangsung di ruang Perpustakaan MTsN 13 Pesisir Selatan dengan melibatkan guru dan murid yang terpilih sebagai responden.
Dalam pelaksanaan survei ini, sebanyak dua orang guru terpilih sebagai responden dari 5% populasi guru madrasah, yaitu M. Jamil, guru Bahasa Arab, dan Dina Mulya Siltri, guru IPA. Selain itu, sebanyak 17 murid juga terpilih sebagai responden dari 5% populasi murid di MTsN 13 Pesisir Selatan.
Survei ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Data yang dihimpun diharapkan menjadi dasar dalam mengevaluasi pelaksanaan KBC sekaligus memperkuat program dan kebijakan pendidikan agar lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan madrasah.
Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu pendekatan dalam pendidikan yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, penghargaan terhadap sesama, serta pembentukan karakter murid. Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta potensi murid.
Plt. Kepala MTsN 13 Pesisir Selatan, Metriadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk melihat sejauh mana nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta telah diterapkan dalam kehidupan dan proses pembelajaran di madrasah.
“Survei Implementasi KBC melalui aplikasi SAHABAT KBC Batch 3 ini menjadi kesempatan bagi madrasah untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif tentang pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta. Kami berharap seluruh responden dapat memberikan jawaban secara jujur dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, sehingga data yang diperoleh benar-benar dapat dimanfaatkan untuk penguatan program dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkap Metriadi.
Lebih lanjut, Metriadi berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menjadi bagian dari program pendidikan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari seluruh warga madrasah. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai kemanusiaan, serta tumbuhnya rasa saling menghargai antara guru dan murid.
Pelaksanaan survei ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 13 Pesisir Selatan. Dengan dukungan seluruh warga madrasah, nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama diharapkan semakin membudaya dalam setiap aktivitas pendidikan.
MTsN 13 Pesisir Selatan berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui penguatan karakter dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta demi terwujudnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Share to :
MTSN 13 PESISIR SELATAN